Menghemat Listrik Dengan Menjadi Pelanggan Listrik Prabayar

10 03 2010

Layanan Listrik Pra Bayar merupakan bentuk pelayanan PLN dalam menjual energi listrik dengan cara pelanggan membayar dimuka. Mudahnya, sebelum menggunakan listrik dari PLN, pelanggan terlebih dahulu membeli sejumlah nominal energi listrik, sesuai yang dibutuhkan. Dengan cara ini, kendali penggunaan listrik sepenuhnya ada pada diri pelanggan. Kekhawatiran tagihan listrik membengkak tak perlu lagi lagi terjadi. Baik yang disebabkan oleh penggunaan listrik yang tak terkontrol maupun terjadinya kesalahan baca meter. Dengan membeli listrik di awal, hal-hal yang tidak diinginkan tersebut tak perlu lagi terjadi.

Bila dibandingkan dengan penggunaan layanan pasca bayar selama ini, pelanggan relatif tak leluasa untuk mengetahui berapa besar energy listrik yang telah dikonsumsi. Pelanggan baru bisa mengetahuinya setelah waktu pembayaran atau bahkan saat akan membayar di loket PLN. Maka, tak heran jika kadang pelanggan dibuat kaget oleh tagihan yang melambung tinggi. Yang disebabkan oleh penggunaan listrik yang tak terkendali. Dengan layanan listrik prabayar, pelanggan bukan saja bisa mengetahui sudah berapa banyak energi listrik yang dikonsumsi, namun juga dapat melihat berapa energi listrik yang masih tersisa untuk dapat digunakan.

Mengingat uniknya sifat layanan listrik prabayar ini, maka diperlukan alat khusus yang berbeda dengan layanan listrik pasca bayar. Alat khusus ini dinamakan kWh Meter (meteran listrik) Pra Bayar, atau lebih dikenal sebagai Meter prabayar. Setiap pelanggan prabayar akan dilengkapi dengan meter prabayar ini beserta 1 Kartu Prabayar. Meter tersebut yang akan mencatat penggunaan listrik anda. Sedang, kartu prabayar selain sebagai nomor identitas pelanggan prabayar juga berfungsi sebagai alat transaksi pembelian energi listrik. Kartu prabayar tersebut dipakai oleh pelanggan selama masih berlangganan listrik PLN.

Jadi, saat membeli energi listrik (isi ulang), pelanggan harus menunjukkan dan memberikan kartu prabayar kepada petugas PLN untuk dilakukan pengisian energi listrik. Tanpa kartu prabayar, pengisian ulang tidak dapat dilakukan. Layanan prabayar menggunakan voucher token (semacam pulsa) bisa dinikmati, baik oleh pelanggan baru, maupun pelanggan lama, khususnya pelanggan yang memanfaatkan layanan tegangan rendah mulai 900 VA hingga 5.500 VA, dengan cara migrasi dari pascabayar ke prabayar. Berbeda dengan perhitungan bagi pelanggan pascabayar, pelanggan prabayar tak dikenakan biaya beban. “Untuk perhitungannya, jika pelanggan prabayar yang memakai 900 VA per kWh-nya dikenakan Rp 602, untuk 1.300 VA dikenakan Rp 663 per kWh, dan 2.500 VA dikenakan Rp 666 per kWh.

Untuk bisa menikmati layanan ini, katanya, pelanggan bisa mendatangi loket pelayanan PLN terdekat. Bagi pelanggan baru, mereka akan mengikuti prosedur seperti pengajuan sambungan listrik. Adapun pelanggan lama tinggal mengisi formulir migrasi, dan tanpa menunggu lama, petugas akan melakukan penggantian meter pascabayar ke prabayar. Sama halnya seperti saat membeli pulsa isi ulang untuk ponsel, ia mengatakan bahwa besaran token yang disediakan PLN beragam pilihan nilai, mulai Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 250.000, Rp 500.000, hingga Rp 1 juta. Jumlah itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan untuk beberapa waktu ke depan. Jika token—kode yang dimasukkan ke meter listrik prabayar—habis, maka pelanggan bisa memperolehnya di sejumlah loket atau ATM yang telah bekerja sama dengan PLN, di antaranya Kantor Pos, Bank BRI, Bank BNI, Bank Bukopin, dan BPR.

Cara menikmati Listrik Prabayar:

- Membeli voucher token di loket penjualan. Nomor serial meter harus sesuai dengan identitas pelanggan agar token kWh bisa digunakan.
- Pelanggan mendapatkan 20 digit di struk pembelian token untuk diinputkan melalui keypad yang ada di meter prabayar dan akan terlihat di display meter.
- Meter prabayar akan mengecek dan jika nomor token valid, layar meter menunjukkan nilai kWh sesuai yang dibeli. Listrik pun bisa digunakan.
- Kontrol selalu pemakaian dan nilai kredit kWh di meter prabayar. Jika sisa di bawah 20 kWh, maka lampu peringatan (LED) berubah merah atau muncul suara peringatan (buzzer) dari meter prabayar.
- Jika sisa kWh habis, maka listrik otomatis padam. Untuk menghidupkannya, input 20 digit nomor token baru.

(Dari Berbagai Sumber)


Tindakan

Information

17 tanggapan

25 05 2010
Hantoro

Walau bagaimanapun, listrik prabayar lebih mahal dan lebih besar biayanya dibandingkan dengan pasca bayar.

20 08 2010
agna

sy pemakai listrik prabayar,emang per kwh nya lebih murah,tp pembelian voucher ternyata ada potongan yg tdk sedikit,jd sama saja mahal..n boros..

1 06 2011
muhammad m

betul sekali para pemakai listrik, listrik prabayar sangat-sangat dan sangatlah mahal, saya merasa kecewa sekali ganti ke prabayar kalo blm terlanjur,saudara jangan ganti meteran anda

12 08 2011
ganakuku

wah wah wah … kok beda sama yang dipromosikan, padahal udah ancang ancang mau ganti pra bayar.

7 09 2011
Marin

Selamat siang.
Mau nanyak ni.
Kenapa kalau nambah pemakaian arus seperti televisi dan lampu ke tetangga, lampu jadi mati? Apakah arusnya di batasi, sementara di MCB tertulis 6.amper. Knp bisa bgt ya? Mhn penjelasannya. Trmks.

8 09 2011
informan

harus dihitung dulu beban pemakaiannya…..setelah itu disesuaikan dengan pembatas yang akan dipakai. semoga membantu…..:-)

8 09 2011
Marin

Pemakaian di rumah saya, 1 televisi, 4 lampu 20w, 1 reciver. Kalau di hitung2 pemakaiannya sekitar 200w. Yg mau di alirkan, 1 televisi, 1 reciver, 3 lampu 20w, yaitu sekitar 180w. Jd total pemakaian sekitar 380w. Sementara MCB 6A. Kok bisa mati? Apa ada pembatas lain di meterannya ya? Mhn penjelasannya. Trmks…

12 09 2011
informan

Gini. Sederhananya…kalau dihitung2 jumlah beban masih tidak terlalu besar dibanding dengan pembatas yang ada, bisa saja pembatas jatuh karena ada arus hubung pendek/korslet pada instalasi listrik anda coba dicek dulu. Makasiihhh….

17 09 2011
Marin

Terimakasih atas infonya. Ada satu yg blm di jawab, apa ada pembatas arus selain mcb di meteran dan di dalam rumah?

12 10 2011
iwan

Saya sangat….sangat menyesal pakai token prabayar…..udah banyak potongan malah lebih boros….dulu pakai yg meteran cuma habis 70 rb giliran pakai yg pulsa habisnya 220rb…..nyesel gw

16 10 2011
Adie

ya saya juga menyesal migrasi ke Listrik Pra Bayar. Semenjak ganti Listrik Pra Bayar malah sering beli token/Pulsa. ternyata Listrik Pra Bayar lebih boros di banding Listrik Pasca Bayar ( Meteran ). Bagi saudara2 yg mau migrasi ke Listrik Pra Bayar,saya sarankan sebaiknya urungkan niat anda sblm terlanjur.

9 11 2011
UNTUNG

wah klo gitu aku gak jadi migrasi aja deh, tak kirain lebih irit j

23 11 2011
alfan

solusinya gmana lho perubahan yang merugikan berati jika spt itu kok banyak yg menyesal menggunakan listrik pulsa

9 02 2012
muji

selamat siang
mau nanya ni.
saya penguna listrik prabayar
pada waktu masang pertama kali di meteran lampunya mati.
pas waktu isi pulsa di meteran lampunya nyala terus. pa meman begitu ya
trims….

21 02 2012
dhie

benar boros banget, biasa bayar 180 – 200 rb sekarang 600 rb (1300 W)

3 03 2012
IMat The'a

skarang saya mengalami masalah pengisian token yg saya beli gk bisa d masukin ke kwh meter,sedangkan pada kwh meter saya timbul bacaan PERIKSA.bisa gk kasih saya solusi gmana caranya mengatasinya soalnya listrik d rumah hampir padam.Tlong y….Trims

3 03 2012
IMat The'a

skarang saya mengalami masalah pengisian token yg saya beli gk bisa d masukin ke kwh meter,sedangkan pada kwh meter saya timbul bacaan PERIKSA.bisa gk kasih saya solusi gmana caranya mengatasinya soalnya listrik d rumah hampir padam.Tlong y….Trims

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 60 pengikut lainnya.