Menjaga Ikatan Pernikahan

1 03 2011

Hubungan pernikahan memerlukan rasa pengertian yang mendalam antara suami-istri. Beberapa tips untuk menjaga hubungan itu:

Suami bukan Penguasa
Meskipun Islam menjadikan suami sebagai pemimpin rumah tangga, tapi bukan kepemimpinan diktator atau tiran. Suami harus melayani istri dengan baik. Nabi SAW pernah bersabda “Sebaik-baik kalian ialah orang yang paling baik perilakunya terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik dari kalian dalam memperlakukan istri” (HR At Tirmizi dan dishahihkan oleh Al Albani). Baca entri selengkapnya »





Memilih Hidup

10 11 2009

imagesSiapa di antara kita yang sampai ke hari terakhir dalam hidupnya tidak ditimpa kesulitan yang begitu besar sehingga “mulai jatuh”?
Mungkin seseorang yang kita cintai meninggalkan kita atau direnggut dari kita oleh maut; atau kita dipecat dari pekerjaan yang sangat berarti bagi eksistensi kita; atau anak tersayang mendapatkan kemalangan; atau kita berbuat kesalahan dan tidak tahan memikul beban kesalahan itu di pundak kita.
Bagian yang paling buruk dari hal itu adalah bahwa ketika krisis datang, kita kehilangan harapan dan tidak dapat membayangkan jalan keluar. Mungkin kita berusaha melakukan berbagai bentuk pelarian – alkohol, narkoba, hubungan cinta gelap yang tak ada artinya, berfoya-foya – atau hanya melewatkan waktu dengan cara yang tidak menentu.
Siapa bilang kita harus berjuang mati-matian untuk bangkit dan bisa berjalan lagi? Jawabannya adalah, setiap sel dalam tubuh kita telah diprogram oleh Sang Pencipta untuk berjuang mempertahankan hidup. Kita berada di bumi untuk hidup dan mengalami apa saja yang akan terjadi, untuk bertindak menurut pengalaman tersebut sebaik-baiknya, dan dengan demikian kita berkembang. Kehidupan adalah lilin yang dimaksudkan untuk menyala lebih terang, api yang dimaksudkan unutk menyalakan api lainnya. Ini adalah anugerah Tuhan dan warisan unutk mereka yang datang belakangan. Baca entri selengkapnya »





Sebelum Kita Mengeluh………..

21 03 2009

images121. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa. (indofx-trader.net)



http://public-knowledge.blogspot.com/





Apa Yang Kita Sombongkan

1 03 2009

imagesSeorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?”Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.

Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”

Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain. Baca entri selengkapnya »





Bersikap Apa Adanya

12 02 2009

images4Tanpa sadar banyak orang hidup dalam tekanan. Bukan karena beban terlalu berat, atau kekuatan tak memadai. Namun, karena tidak mau berterus terang. Hidup dalam kepura-puraan tak memberikan kenyamanan. Bersikaplah apa adanya. Bila anda kesulitan, jangan tolak bantuan. Sikap terus terang membuka jalan bagi penerimaan orang lain. Persahabatan dan kerja sama membutuhkan satu hal yang sama, yaitu keakraban di antara orang-orang. Keakraban tercipta bila satu sama lain saling menerima. Sedangkan penerimaan yang tulus hanya terujud dalam kejujuran dan terus terang.

Kepura-puraan itu bagaikan bunga mawar plastik dengan kelopak dan warna sempurna, namun tak mewangi. Meski mawar asli tak seindah tiruannya dan segera layu, kita tetap saja menyukainya. Mengapa ? karena ada detak kehidupan alam disana. Hidup dalam kejujuran adalah hidup alami yang sejati. Hidup berpura-pura sama saja membohongi hidup itu sendiri. Anda bisa memilih untuk hidup apa adanya, dan berhak menginjakkan kaki di bumi ini. Atau, hidup berpura-pura dalam dunia ilusi.(dari berbagai sumber)





Jauhi Prasangka

5 02 2009

images9Ketika anda memandang suatu persoalan, tanggalkan prasangka-prasangka. Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan untuk berjalan. Ia memberi jawaban sebelum anda mengetahui pertanyaannya. Dan, seburuk-buruknya jawaban adalah bila anda tak paham akan masalahnya. Biarkan fakta yang tampak di hadapan anda terima apa adanya. Jangan biarkan prasangka menyeret anda ke ujung jalan yang lain. Mungkin anda merasa aman dengan prasangka anda, namun sebenarnya ia berbahaya di waktu yang panjang. Bila anda telah mampu melepaskan prasangka, anda akan menemukan pandangan yang lebih jernih, keberanian untuk mengatasi masalah dan jalan yang lebih benar.
Bila adan mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata anda. Bukan kacamata anda. Dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berada dibalik kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin kacamata anda. Demikian pula halnya dengan diri anda, yang sesungguhnya yang melihat adalah diri hati anda melalui mata anda. Prasangka itu adalah debu-debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati sehingga anda tak mampu melihat dengan baik. Usaplah prasangka sebagaimana anda menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan anda untuk melihat jelas dan jernih lagi. (dari berbagai sumber)





Sedikit Demi Sedikit, Lama-Lama Menjadi Bukit

1 02 2009

imagesPepatah ini sederhana saja, “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”. Kita biasa memaknainya, bahwa bila kita mengmpulkan sesen demi sesen, pada saatnya kita akan mendapatkan sepundi. Namun sesungguhnya pepatah ini tidak sekedar berbicara tentang hidup hemat, atau ketekunan menabung.
Pepatah ini menyiratkan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sekedar sekantung keping uang, yaitu : bila kita mampu mengumpulkan kebaikan dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka kita akan dapati kebesaran dalam jiwa kita.
Bagaimanakah tindakan-tindakan kecil itu mencerminkan kebesaran jiwa sang pemiliknya?, yaitu, bila disertai dengan secercah kasih sayang didalamnya. Ucapan terima kasih, sesungging senyum, sapaan ramah, atau pelukan bersahabat, adalah tindakan yang mungkin sepele saja. Namun dalam liputan kasih sayang, ia jauh lebih tinggi daripada bukit tabungan anda. (dari berbagai sumber)





Rencana Besar di Tahun 2009

22 12 2008

Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat.
Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.
Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika
kesempatan bertemu dengan kesiapan.

Thomas A. Edison,
Penemu dan Pendiri Edison Electric Light Company

Kerja keras menjadi sangat penting dalam meraih sebuah harapan. Mungkin hal itu yang ingin di ungkapkan Sir Thomas A. Edison. Inspirasi sangatlah penting tapi yang menjadi lebih penting adalah bagaimana Inspirasi itu bisa diwujudkan. Olehnya itu kerja keras musti menjadi jawabannya. Berusaha semaksimal mungkin sambil bermohon kepadaNya agar semua bisa berjalan dengan lancar dan terpenuhi sesuai dengan apa yang diharapkan.

Memasuki tahun 2009 ini, mestinya rencana dan harapan itu sudah ada. Hitungan-hitungan, gambaran-gambaran, capaian-capaian harus terkonsep dengan jelas. Sehingga waktu itu tidak berlalu begitu saja, meninggalkan jejak yang tidak jelas. Semangat menghadapi tahun 2009, walau ancaman besar menghadang. Rencana besar menuai hasil yang besar pula tapi jangan lupa tantangannyapun besar pula. Untuk membuat sesuatu itu besar keberanian adalah salah satu modalnya.

Jadi,………tetap semangat………..jangan menyerah………yakin Allah pasti menolong hambaNya yang ikhlas sesuai dengan apa yang terbaik baginya.





Hikmah #3

19 08 2008
  • “Hendaklah engkau menjadi orang yang berilmu atau yang belajar atau mendengar ilmu, dan janganlah engkau menjadi orang ke empat yakni yang tidak termasuk salah seorang dari kelompok orang di atas agar engkau tidak binasa.” (Abu Darda)
  • “Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah besabda, “Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta”
  • “Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula” (Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)







Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 60 pengikut lainnya.